Sunnah sunnah shalat adalah berbagai amalan tambahan yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam melaksanakan shalat, baik berupa bacaan, gerakan, maupun sikap yang dapat menyempurnakan ibadah shalat wajib dan meningkatkan pahala.
Klasifikasi Sunnah-sunnah dalam Shalat Menurut Ulama
Para ulama fikih telah membagi sunnah sunnah shalat ke dalam beberapa kategori berdasarkan sifat dan tingkat penguatannya. Pembagian ini membantu umat Muslim memahami mana yang lebih utama untuk diamalkan secara konsisten.
Pembagian Berdasarkan Sifat Pelaksanaan
Dalam kajian fikih, sunnah sunnah shalat dibedakan menjadi dua jenis utama: sunnah ab’adh dan sunnah hai’ah. Sunnah ab’adh adalah sunnah yang jika tertinggal disunnahkan melakukan sujud sahwi, sedangkan sunnah hai’ah tidak mengharuskan sujud sahwi jika terlewatkan.
Sebagai contoh, sunnah dalam shalat yang termasuk ab’adh antara lain membaca tasyahud awal dan qunut pada shalat subuh. Sementara gerakan-gerakan seperti mengangkat tangan saat takbir termasuk dalam kategori hai’ah.
Klasifikasi Berdasarkan Tingkat Penguatan
Ulama juga membedakan sunnah sunnah shalat berdasarkan seberapa kuat anjurannya. Ada sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan dan sunnah ghairu muakkadah yang tingkat anjurannya lebih ringan. Pemahaman ini penting untuk menentukan prioritas dalam mengamalkan berbagai shalat sunnah.
Sunnah-sunnah Qauliyah dalam Shalat
Sunnah qauliyah mencakup semua bacaan dan dzikir yang dianjurkan dalam shalat di luar bacaan wajib. Sunnah sunnah shalat jenis ini sangat memperkaya makna spiritual dalam ibadah.
Bacaan Doa Iftitah
Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram merupakan salah satu sunnah sunnah shalat yang sangat dianjurkan. Terdapat beberapa versi doa iftitah yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti “Allahumma ba’id baini…” atau “Wajjahtu wajhiya…”.
Bacaan Ta’awudz dan Basmalah
Membaca “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim” sebelum membaca Al-Fatihah dan membaca basmalah secara sirr (pelan) termasuk dalam sunnah sunnah shalat yang sering diamalkan. Hal ini terutama penting dalam shalat sunnah isya dan shalat wajib lainnya.
Dzikir-dzikir Khusus dalam Ruku dan Sujud
Dalam ruku, dianjurkan membaca “Subhana rabbiyal ‘azhim” minimal tiga kali. Sedangkan dalam sujud, membaca “Subhana rabbiyal a’la” dengan jumlah yang sama. Variasi bacaan seperti “Subhanakallahumma rabbana…” juga termasuk dalam sunnah sunnah shalat yang memperkaya ibadah.
Sunnah-sunnah Fi’liyah dalam Shalat
Sunnah fi’liyah meliputi segala gerakan dan perbuatan fisik yang dianjurkan dalam shalat. Sunnah sunnah shalat jenis ini membantu membentuk kekhusyukan dan kesempurnaan gerakan shalat.
Gerakan Tangan dalam Takbir
Mengangkat tangan sejajar bahu atau telinga saat takbiratul ihram, ruku, dan bangun dari ruku merupakan sunnah sunnah shalat yang jelas tuntunannya. Gerakan ini memberikan kesan khidmat dan penghormatan kepada Allah SWT.
Posisi Tangan saat Berdiri
Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada atau perut termasuk dalam shalat sunnah rawatib dan shalat wajib. Posisi ini mencontoh langsung cara shalat Rasulullah SAW yang penuh ketenangan.
Gerakan Sujud yang Sempurna
Dalam sujud, terdapat beberapa sunnah sunnah shalat seperti meletakkan dahi dan hidung secara bersamaan, merenggangkan lengan dari samping tubuh, dan menghadapkan jari-jari kaki ke kiblat. Kesempurnaan gerakan ini mencerminkan totalitas penghambaan.
Duduk Istirahat antara Dua Sujud
Duduk sejenak dengan tegak setelah sujud pertama sebelum melakukan sujud kedua termasuk sunnah sunnah shalat yang sering terlewatkan. Dalam shalat sunnah ashar maupun shalat wajib, momen ini memberikan jeda untuk meningkatkan kekhusyukan.
Pentingnya Mengamalkan Sunnah-sunnah Shalat
Mengamalkan sunnah sunnah shalat bukan sekadar menambah pahala, tetapi juga membentuk kepribadian Muslim yang kaffah. Setiap sunnah yang diamalkan memiliki hikmah dan manfaat tersendiri dalam kehidupan.
Menyempurnakan Ibadah Wajib
Dengan mengamalkan sunnah sunnah shalat, ibadah wajib kita menjadi lebih sempurna dan diterima Allah SWT. Sebagaimana shalat sunnah rawatib muakkad, sunnah-sunnah dalam shalat utama ini melengkapi kekurangan dalam shalat wajib.
Meningkatkan Kekhusyukan
Setiap gerakan dan bacaan sunnah dalam shalat dirancang untuk membantu mencapai kekhusyukan. Dengan memahami shalat sunnah rawatib adalah pelengkap shalat wajib, kita semakin menyadari pentingnya detail dalam beribadah.
Meneladani Rasulullah SAW
Mengamalkan sunnah sunnah shalat berarti mengikuti teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Setiap gerakan dan bacaan yang kita lakukan menjadi bukti kecintaan kita kepada beliau dan komitmen mengikuti ajarannya.
Mendapatkan Cinta Allah SWT
Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman bahwa hamba-Nya akan mendapatkan cinta-Nya melalui amalan-amalan sunnah. Sunnah sunnah shalat yang kita amalkan dengan konsisten akan mendekatkan kita kepada ridha Ilahi.
Sebagai penutup, mari kita perhatikan dengan serius setiap sunnah sunnah shalat yang diajarkan Rasulullah SAW. Mulailah dari yang paling mudah, seperti menyempurnakan gerakan ruku dan sujud, kemudian tingkatkan secara bertahap hingga mampu mengamalkan seluruh sunnah dengan sempurna. Dengan demikian, shalat kita tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga bermakna secara spiritual dan diterima sebagai ibadah yang sempurna di sisi Allah SWT.






