Apa Itu Shalat Sunnah Rawatib: Pengertian, Jenis, dan Keutamaannya

Ilustrasi muslim sedang melaksanakan shalat sunnah rawatib di masjid

Apa itu shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu lima waktu sebagai penyempurna dan pelengkap ibadah wajib tersebut. Shalat ini memiliki kedudukan penting dalam Islam karena dapat menutupi kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan shalat fardhu.

Definisi Shalat Sunnah Rawatib dan Dasar Hukumnya

Memahami apa itu shalat sunnah rawatib secara mendalam memerlukan pemahaman tentang definisi dan landasan hukumnya. Kata “rawatib” berasal dari bahasa Arab yang berarti “teratur” atau “rutin”, menunjukkan bahwa shalat ini dikerjakan secara konsisten mengiringi shalat fardhu.

Pengertian Mendalam tentang Shalat Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah ibadah sunnah yang memiliki waktu khusus, yaitu sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba’diyah) shalat fardhu. Keistimewaan shalat ini terletak pada konsistensi pelaksanaannya yang mengiringi shalat wajib, sehingga membentuk rangkaian ibadah yang utuh.

Dalam praktiknya, shalat sunnah rawatib adalah bagian dari shalat sunnah yang memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: “Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan shalat karena Allah setiap hari sebanyak dua belas rakaat sebagai shalat sunnah rawatib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”

Dasar Hukum dalam Al-Qur’an dan Hadits

Landasan syar’i pelaksanaan shalat rawatib terdapat dalam beberapa dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits. Dalam surat Al-Isra ayat 79, Allah SWT berfirman: “Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” Meskipun ayat ini berbicara tentang tahajud, para ulama memahami bahwa ibadah sunnah secara umum dianjurkan dalam Islam.

Hadits-hadits Nabi SAW juga banyak yang menjelaskan tentang apa itu shalat sunnah rawatib dan keutamaannya. Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)

Jenis-jenis Shalat Sunnah Rawatib dan Waktunya

Setelah memahami apa itu shalat sunnah rawatib, penting untuk mengetahui jenis-jenisnya. Shalat rawatib terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan waktu pelaksanaannya, yaitu shalat qabliyah (sebelum shalat fardhu) dan ba’diyah (sesudah shalat fardhu).

Shalat Rawatib Qabliyah dan Ba’diyah

Shalat qabliyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu, sedangkan ba’diyah dikerjakan setelahnya. Berikut rincian lengkapnya:

  • Shalat Subuh: 2 rakaat qabliyah (sangat dianjurkan)
  • Shalat Dzuhur: 4 rakaat qabliyah dan 2 rakaat ba’diyah
  • Shalat Ashar: 4 rakaat qabliyah (shalat sunnah ashar ini memiliki keutamaan khusus)
  • Shalat Maghrib: 2 rakaat ba’diyah
  • Shalat Isya: 2 rakaat ba’diyah (shalat sunnah isya ini mudah dikerjakan)

Klasifikasi Berdasarkan Tingkat Anjuran

Para ulama membagi shalat sunnah rawatib menjadi dua jenis berdasarkan tingkat kesunnahannya:

Rawatib Muakkad adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Shalat sunnah rawatib muakkad ini mencakup:

  • 2 rakaat sebelum Subuh
  • 2 rakaat sebelum Dzuhur
  • 2 rakaat sesudah Dzuhur
  • 2 rakaat sesudah Maghrib
  • 2 rakaat sesudah Isya

Rawatib Ghairu Muakkad adalah shalat sunnah yang dianjurkan tetapi tidak sekuat rawatib muakkad. Contohnya adalah 2 rakaat tambahan sebelum Dzuhur (selain 2 rakaat muakkad) dan 2 rakaat sebelum Ashar.

Tata Cara Praktis Melaksanakan Shalat Rawatib

Memahami apa itu shalat sunnah rawatib tidak lengkap tanpa mengetahui tata cara pelaksanaannya yang benar. Berikut panduan praktis untuk melaksanakan shalat rawatib dengan tepat.

Langkah-langkah Pelaksanaan

Pelaksanaan shalat sunnah rawatib pada dasarnya sama dengan shalat pada umumnya, dengan beberapa catatan penting:

  1. Niat: Berniat dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib tertentu. Misalnya: “Aku niat shalat sunnah rawatib qabliyah subuh dua rakaat karena Allah Ta’ala”
  2. Takbiratul Ihram: Mengangkat tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”
  3. Membaca Surat: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek
  4. Gerakan Shalat: Ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud seperti biasa
  5. Tasyahud dan Salam: Mengucapkan tahiyyat dan diakhiri dengan salam

Jumlah Rakaat dan Waktu yang Tepat

Pemahaman tentang apa itu shalat sunnah rawatib mencakup pengetahuan tentang jumlah rakaat yang tepat untuk setiap waktu:

Waktu ShalatQabliyahBa’diyahTotal Rakaat
Subuh2 rakaat2 rakaat
Dzuhur4 rakaat2 rakaat6 rakaat
Ashar4 rakaat4 rakaat
Maghrib2 rakaat2 rakaat
Isya2 rakaat2 rakaat

Perlu diketahui bahwa dalam melaksanakan sunnah shalat rawatib, konsistensi lebih utama daripada jumlah yang banyak. Lebih baik mengerjakan secara rutin meskipun sedikit, daripada banyak tetapi tidak konsisten.

Doa dan Dzikir Setelah Shalat Rawatib

Setelah menyelesaikan shalat rawatib, dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa. Beberapa dzikir yang bisa diamalkan:

  • Membaca istighfar 3 kali
  • Membaca “La ilaha illallah wahdahu la syarika lah…”
  • Membaca ayat kursi
  • Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Keutamaan dan Hikmah Shalat Sunnah Rawatib

Pemahaman lengkap tentang apa itu shalat sunnah rawatib harus disertai dengan pengetahuan tentang keutamaan dan hikmah di balik pelaksanaannya. Shalat ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.

Manfaat Spiritual dalam Kehidupan

Keutamaan melaksanakan shalat rawatib sangat banyak, di antaranya:

  • Menyempurnakan Kekurangan Shalat Fardhu: Shalat rawatib berfungsi sebagai penutup kekurangan dan kelalaian yang mungkin terjadi dalam shalat fardhu
  • Mendekatkan Diri kepada Allah: Ibadah sunnah merupakan bentuk tambahan kecintaan kepada Sang Pencipta
  • Meningkatkan Kualitas Iman: Konsistensi dalam ibadah sunnah menguatkan keimanan dan ketakwaan
  • Mendapatkan Pahala Berlipat: Setiap kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda

Hikmah dalam Kehidupan Sehari-hari

Melaksanakan shalat rawatib secara konsisten membawa banyak hikmah dalam kehidupan sehari-hari:

Disiplin Waktu: Shalat rawatib mengajarkan kita untuk disiplin dalam mengatur waktu, karena harus dikerjakan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan.

Ketenangan Hati: Rutin beribadah kepada Allah memberikan ketenangan batin dan kedamaian jiwa yang tidak bisa didapatkan dari hal duniawi.

Peningkatan Produktivitas: Dengan membiasakan diri bangun lebih awal untuk shalat sunnah subuh, kita menjadi lebih produktif dalam menjalani hari.

Perlindungan dari Dosa: Ibadah sunnah yang dikerjakan dengan ikhlas dapat menjadi perisai dari perbuatan maksiat.

Nilai Edukatif bagi Keluarga

Pemahaman tentang apa itu shalat sunnah rawatib dan pengamalannya dalam keluarga memiliki nilai edukatif yang sangat besar. Anak-anak yang melihat orang tuanya konsisten melaksanakan shalat rawatib akan tumbuh dengan pemahaman bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan jiwa.

Sebagai catatan, meskipun shalat rawatib memiliki banyak keutamaan, pelaksanaannya harus didasari dengan keikhlasan dan tidak boleh memberatkan. Jika dalam kondisi tertentu tidak bisa mengerjakan semua shalat rawatib, prioritaskan yang muakkad terlebih dahulu.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang apa itu shalat sunnah rawatib, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, tata cara pelaksanaan, hingga keutamaan dan hikmahnya. Semoga dengan memahami dan mengamalkan shalat sunnah rawatib, kita bisa semakin dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita sehari-hari.

Pertanyaan Yang Sering Muncul

Apa yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib?

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu lima waktu sebagai penyempurna ibadah wajib.

Berapa jumlah rakaat shalat sunnah rawatib?

Total shalat sunnah rawatib ada 22 rakaat, terdiri dari 12 rakaat muakkad (sangat dianjurkan) dan 10 rakaat ghairu muakkad (dianjurkan).

Kapan waktu pelaksanaan shalat rawatib?

Shalat rawatib dilaksanakan sebelum atau sesudah shalat fardhu, seperti 2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah dzuhur, dan seterusnya.

Apa perbedaan rawatib muakkad dan ghairu muakkad?

Rawatib muakkad sangat dianjurkan dan pahalanya lebih besar, sedangkan ghairu muakkad dianjurkan namun tidak sekuat muakkad.

Apakah shalat rawatib bisa digabung dengan qadha?

Shalat rawatib tidak bisa digabung dengan qadha shalat fardhu. Rawatib hanya mengiringi shalat fardhu yang dikerjakan tepat waktu.

Bagaimana jika terlewat shalat sunnah rawatib?

Jika terlewat, boleh mengqadha shalat rawatib subuh hingga matahari terbit, sedangkan rawatib lainnya tidak perlu diqadha.

Laporkan Informasi yang Salah
Did you find this article helpful?
Yes
No
Dr. Siti Rahmawati Al-Fauzi, expert in Islamic education for young children.
Staf Redaksi

Dr. Siti Rahmawati Al-Fauzi

44 Artikel

Dr. Siti Rahmawati Al-Fauzi is an Islamic educator with a deep focus on early childhood education in Islam. She holds a Ph.D. in Islamic education and works to integrate Islamic teachings with effective pedagogical methods for children. Her expertise includes teaching young children the daily prayers (Doa Harian Anak), the stories of the Prophets, and Islamic songs (Nasyid Islami) that instill love for Islam from an early age.